VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT

Jasa Transkrip Terbaik yang dapat Anda Temukan.

Kabar Agenda

Agenda Intelektual di sekitar kita

Showing posts with label Diskusi. Show all posts
Showing posts with label Diskusi. Show all posts

Dengan hormat, kami mengundang Saudara-Saudari hadir dalam Diskusi Dwimingguan, bertajuk:
Membaca Ulang Relasi Nahdlatul Ulama dan Negara Pasca Reformasi

Ahmad Suaedy (Direktur the Wahid Institute)

HARI/TANGGAL    : Jum’at, 20 April 2012,
PUKUL                     : 14.00 WIB
TEMPAT                  : PP Lakpesdam NU, Jl. H. Ramli No. 20 A RT 002/03 | Menteng Dalam, Tebet | Jakarta Selatan 12870

NU di tengah gempuran ideologi transnasional. Adapun gerakan sosial dan politik yang diilhami ideologi transnasional tersebut menyebabkan perubahan cara pandang kehidupan berbangsa. Persoalan apakah hal tersebut berdampak bagi kelangsungan NU yang mengedepankan tawasuth, setidaknya ini perlu jadi perhatian bersama.

Kenyataan yang pernah terjadi, NU yang awalnya berdiri sebagai organisasi keagamaan sempat berubah menjadi partai politik. Praktis banyak masyarakat memilih dan percaya pada NU. Kemudian diberlakukan 3 partai oleh negara sehingga NU dipengaruhi watak negara yang menaunginya. Kondisi NU mulai melunak pada negara, sehingga bisa dibaca adanya kompromi yang tidak terang-terangan, meski pada saat tertentu, ada saja resistensi terjadi. Penolakan dan penerimaan NU pada asas tunggal Pancasila, tidak bisa dianggap remeh. Ahmad Siddiq punya peranan sentral di sana.

Secara kelembagaan, NU merupakan oganisasi muslimin terbesar di dunia. Tidak ada organisasi sebesar Nahdlatul Ulama yang berbasis pedesaan ini. Inilah sehingga bisa dengan mudah, NU menghadapi tantangan yang cukup berat. Misalnya pemberdayaan ummat berbasis pertanian dan pendidikan. Bahwa NU berdiri karena dilatarbelakangi tradisi pesantren, namun bukan berarti hanya NU yang besar karena pesantren. Banyak organisasi islam lainnya di Indonesia yang juga dibesaran dalam tradisi pesantren. Kemudian NU dalam tantangan perjuangan agraria, bagaimana NU menciptakan perubahan yang berpihak bagi masyarakat bawah sehingga melahirkan inisiatif lokal yang berani memakmurkan warga nahdliyin.

Meski demikian, banyak hal lagi yang menjadi sorotan. Misal persoalan politik yang terjadi akhir-akhir ini. Adanya kelompok yang berkubu-kubu mengatasnamakan warga nahdliyin atau berpaham ahlusunnah dan berwajah hijau. Lalu kita perlu memikirkan kembali, bagaimana keterlibatan warga nadliyin dan posisi NU pasca Reformasi? Bukan bermaksud menyudutkan salah satu kelompok, melainkan perlunya membuat cara pandang baru sebuah gerakan sosial untuk bertindak dalam bingkai ahlusunnah waljamaah.

Seputar bagian inilah yang akan kita diskusikan. Juga beberapa hal yang perlu jadi perhatian kalangan muda NU saat ini. Demikian, terima kasih.

Bagi siapapun, silahkan hadir.
Waktu : 24 April 2012, 16.00 Wib

Tempat : GoetheHaus  Jalan Sam Ratulangi 9-15  Menteng, Jakarta Pusat

Background: Perempuan punya kiat dan kekuatan luar biasa untuk tetap melangkahkan kaki di celah-celah aniaya. Cinta dan harapan-harapan yang membimbingnya terkadang berbuah manis, tetapi tidak jarang berakhir pada kekecewaan.

Pembicara: 

  1. Rosida Irsyad, M. Hum (Dosen Sastra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  2. Yuniyanti Chuzaifah (Ketua Komnas Perempuan)
  3. Maria Hartiningsih (Wartawan Kompas, aktivis Perempuan)

Moderator:
Okky Tirto (Pekerja seni, Komunitas matabudaya)

Pembaca Cuplikan Novel :
Rieke Diah Pitaloka (Penulis, Anggota DPR RI)

Pentas Musik :
Sanggar Anak AKAR
Time                : 15 August · 15:00 - 21:00
Location          : Ruang Sidang Lantai 2 PGI, Jl. Salemba Raya No. 10, Jakarta Pusat
Penyelenggara  : Sekolah Agama ICRP


ICRP mengadakan Gus Dur Memorial Lecture dengan Tema : "Konstitusi di tengah Keterancaman Pluralisme di Indonesia" yang akan diadakan pada

Hari : Senin, 15 Agustus 2011
Waktu : 15.00 - 17.45
Tempat : Ruang Sidang PGI, Jl. Salemba Raya No. 10
Narsum : Prof. Dr. Jimly Ashshiddiqie (Pakar Konstitusi)
Moderator : Anick H. T. (Pegiat HAM)

*Gus DUr Memorial Lecture ini didukung oleh PGI, KWI, WI, MADIA, dan lembaga pegiat pluralisme lainnya...

Dilanjutkan dengan
Buka puasa bersama pukul 18.00 - 19.00

Sekolah Agama Icrp dengan Tema "Puasa Dalam Perspektif Agama2"
pukul 19.00 - 21.00

Narasumber :
1. Kyai Hussein (Tokoh Agama Islam)
2. Pdt. Gomar Gultom (Kristen - Sekum PGI)
3. Bapak IDG Ngurah Utama (Hindu - PHDI Pusat)
4. Bapak George Soraya (Baha'i - MRN Bahai)
5. Bapak Bagjo Indrijanto (Sapta Dharma - BKOK)


Dont miss it...!!!

Contact Person : Alent (021.4280.2349)
Diskusi
Pembaruan Islam dalam Film

PEMBICARA:  
Eric Sasono (kritikus film dan redaktur) & Putut Wijanarko (cendekiawan dan produser film)
 
TEMPAT:
Serambi Salihara

WAKTU:  
Rabu, 10 Agustus 2011, 19:00 WIB
Terbuka untuk umum
Pendaftaran selambatnya 09 Agustus 2011

Sebutan “Film Islam” yang saat ini terus populer identik dengan atribut dan simbol—sehingga nampak tak lebih dari citra visual parade busana dan perayaan ritual yang dilekatkan pada Islam. Pergulatan spiritual yang dihadirkan pun tak lebih dari, misalnya, perjalanan hidup seseorang yang bertobat atau pindah agama dari non-Islam ke Islam. “Film Islam” dalam ranah ini masuk dalam kategori revitalisasi atau revisualisasi simbol Islam yang sebenarnya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas bagaimana dengan wacana “pembaruan Islam” yang tidak sekadar melihat Islam sebagai ajaran profetik namun juga berikhtiar melakukan pembaruan, kontekstualisasi hingga kritik terhadap pemikiran keislaman? Adakah film-film di Indonesia yang mengangkat tema itu dalam sejarah perfilman nasional? Benarkah tema “pembaruan Islam” apabila diangkat dalam film tidak akan laku di pasaran seperti film-film yang “hanya” mengangkat simbolisasi Islam? Tidak adakah film yang menyerap inspirasinya dari tema “pembaruan Islam”, baik Islam sebagai ajaran dan gerakan untuk melakukan kritik sosial dan politik? Ikuti diskusi yang menghadirkan dua pembicara yang berasal dari pihak yang berbeda dalam industri perfilman: seorang kritikus dan produser film. Diskusi ini berlangsung dalam bahasa Indonesia dan ditaja oleh Hivos.

==========================​===============
Discussion
Islamic Reform in Film
Speakers: Eric Sasono (film critic and editor www.rumahfilm.org) & Putut Wijanarko (intellectual and film producer)
Serambi Salihara | Wednesday, August 10, 2011, 07:00 PM
Open to the public
Register by August 09, 2011

The so-called “Film Islam” which continues to be popular nowadays identifies itself with attributes and symbols—so that it appears to be no more than visual images of a fashion parade and ritual celebration stuck onto Islam. The spiritual struggles presented, for example, are also no more than the life journey of someone who returns to or converts to Islam from another religion. “Film Islam” in this context enters the category of revitalization or revisualization of Islamic symbols which are in fact easy to find in everyday life.

Then what about discourse on “Islamic reform” which is not simply about looking at Islam as prophetic teachings but also endeavors to implement reform, contextualization and criticism towards Islamic thinking? Are there films in Indonesia that have raised that theme in the history of our national films? Is it true that “Islamic reform” if raised in films would not be popular like films that “only” raise Islamic symbolism? Aren’t there films that absorb their inspiration from themes of “Islamic reform,” both Islam as teachings and a movement for social and political criticism? Join this discussion presenting two speakers coming from different aspects of the film industry: a film critic and a producer. The discussion will be in Indonesian and is sponsored by Hivos.

==========================​==============

Info acara dan tiket:

021-7891202, 0817-0771913, 0812-81845500, 0857-19311150, 0838-99630361, 021-99745934
info@salihara.org, tiket @salihara.org
media@salihara.org (khusus pers)
daftar@salihara.org (khusus acara tak berbayar)
Terbuka untuk umum | 
Pendaftaran selambatnya 02 Agustus 2011

TEMPAT : 
Teater Salihara
Jl. Salihara no.16, Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia

WAKTU : Rab, 03 Agustus 2011 16:00 - 22:00 WIB
16:00 WIB—Ceramah
Penceramah: Nirwan Dewanto

18:00 WIB—Buka Puasa Bersama

19:30 WIB—Pembacaan Karya
Pembaca karya: Najwa Shihab, Niniek L. Karim, Amarzan Loebis, Laksmi Pamuntjak, Iswadi Pratama, dan Sitok Srengenge

20:30 WIB—Peluncuran dan Penandatanganan Buku

Sudah lima dasawarsa Goenawan Mohamad berkiprah di dunia sastra Indonesia. Berbagai puisi, esai dan kritiknya telah membentuk pengaruh, suasana, model, dan kenyataan tersendiri dalam bahasa kita. Pada tahun ini sang penyair meluncurkan total 12 buku: tiga kumpulan puisi, dan sembilan kumpulan esai. Acara yang diselenggarakan Komunitas Salihara ini adalah penghargaan sekaligus penilaian untuk kekaryaan Goenawan.

Nirwan Dewanto akan menyampaikan ceramah tentang puisi Goenawan—sumbangan khasnya untuk sastra dan bahasa Indonesia, perbedaan dan kesejajarannya dengan tradisi perpuisian Indonesia. Kemudian, kami juga mengundang sejumlah tokoh untuk membacakan puisi-puisi dan Catatan Pinggir karya Goenawan yang berasal dari berbagai masa penciptaan.

Beberapa buku Goenawan juga akan diluncurkan dalam kesempatan ini, misalnya: Puisi dan Anti Puisi, sebuah rangkaian esai tentang puisi sebagai sesuatu yang membebaskan diri dari ke-berarti-an dan sikap prosa yang justru menekankan hal tersebut; serta Teks dan Iman, rangkaian esai yang mengemukakan persoalan agama, tafsir, atheisme dan peran teks.

==========================​=============

Wed, 03 August 2011 4:00pm - 10:00pm
Book Launch
A Day For Goenawan Mohamad
Teater Salihara | Wednesday, August 03, 2011
Open to the public | Register by August 02, 2011

04:00 PM—LECTURE
Lecturer: Nirwan Dewanto

06:00 PM—BREAKING THE FAST TOGETHER

07:30 PM—READINGS
Readers of works: Najwa Shihab, Niniek L. Karim, Amarzan Loebis, Laksmi Pamuntjak, Iswadi Pratama, dan Sitok Srengenge

08:30 PM—BOOK LAUNCH AND SIGNING

For five decades Goenawan Mohamad has been engaged in the Indonesian literary world. His poems, essays and critiques have formed a distinctive influence, atmosphere, model, and reality in our language. This year the poet is launching a total of twelve books: three compilations of poetry, and nine compilations of essays. This event at Komunitas Salihara is in recognition and at the same time an evaluation of the Goenawan’s work.

Nirwan Dewanto will give a lecture on Goenawan’s poetry—its special contribution to Indonesian literature and language, its distinctness and its place within the Indonesian poetic tradition. Later, we have also invited a number of people to read Goenawan’s poems and Catatan Pinggir (Sidelines) taken from different creative periods.

Several of Goenawan’s books will be launched at this time, for example: Puisi dan Anti Puisi, a series of essays on poetry as something which frees itself from the imperatives toward meaning and usefulness, and the attitude of prose which actually emphasizes these; and Teks dan Imam, a series of essays which raise issues of religion, interpretation, atheism and the role of text.
==========================​============

Program ini terbuka untuk umum. Pendaftaran paling lambat 02 Agustus 2011 melalui daftar@salihara.org atau 021-789-1202, 0812-8184-5500, 0857-193-111-50, 0838-9963-0361, 0817-077-1913, 021-9974-5934. Tempat terbatas.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi info@salihara.org atau nomor-nomor telepon diatas. Buku program Juli –Agustus Salihara juga dapat diunduh di www.salihara.org.

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Parkir terbatas, kami melayani pemesanan taksi di tempat.)
 

SUMBER: http://www.facebook.com/event.php?eid=114704815288236
 

WAKTU:

 Friday, March 18 · 2:00pm - 9:00pm

LOKASI:

Teater Salihara

Jl. Sailhara no.16 Pejaten Barat, Pasar Minggu

Jakarta, Indonesia

 

Pemutaran Film / FILM SCREENING

Jumat, 18 Maret 2011, 14:00 & 16:00 WIB

Friday, March 18, 2011, 02:00 PM & 04:00 PM

(dur: 60')

 

HIP HOP DININGRAT

...Sutradara/Directors: Marzuki Mohammad & Chandra Hutagaol

TEATER SALIHARA

HTM Rp 10.000,-

Tickets Rp 10.000,-

Pemutaran Film & Pertunjukan Musik / FILM SCREENING & MUSIC PERFORMANCE

  Jumat, 18 Maret 2011, 19:00 WIB

Friday, March 18, 2011, 07:00 PM

(dur: 120')

HIP HOP DININGRAT

  Jogja Hip Hop Foundation

Sutradara/Directors: Marzuki Mohammad & Chandra Hutagaol

TEATER SALIHARA

HTM Rp 50.000,-

Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,- (tempat terbatas)

Tickets Rp 50.000,-

Students Rp 25.000,- (limited seating)

Jogja Hip Hop Foundation adalah kelompok hip hop asal Yogyakarta dengan ciri khas penggunaan bahasa Jawa pada lirik-liriknya. Dimotori oleh Marzuki Mohammad, kelompok ini menggabungkan kebudayaan lokal dengan hip hop. Mereka memulai kegiatannya dengan pentas-pentas di kampung hingga akhirnya sampai ke panggung internasional. Pada 2007 dan 2008, kelompok ini merilis dua album yang menggunakan teks puisi Indonesia sebagai liriknya, Poetry Battle 1 dan Poetry Battle 2. Kedua album yang berisi kompilasi sejumlah musisi hip hop itu terjual ribuan keping dalam hitungan bulan.

Setelah album musik, kini Jogja Hip Hop Foundation memproduksi sebuah film dokumenter yang berisi perjalanan tujuh tahun kelompok ini dan perkembangan hip hop Jawa di Indonesia. Berjudul Hip Hop Diningrat, film ini dianggap sebagai catatan penting bagi perkembangan sejarah musik hip hop di Yogyakarta. Film dokumenter ini pertama kali ditayangkan secara nasional di Jiffest 2010 dan kemudian secara internasional di New York dan Canberra.

=======================================

Jogja Hip Hop Foundation is a hip hop group from Yogyakarta which uses Javanese language in its lyrics. With Marzuki Mohammad as the driving force, this group combines local culture with hip hop. They began their activities with neighborhood performances eventually performing on international stages. In 2007 and 2008, this group released two albums using texts of Indonesian poetry as their lyrics, Poetry Battle 1 and Poetry Battle 2. The two albums consisting of a compilation of a number of hip hop musicians sold thousands of copies within a few months.

After music albums, Jogja Hip Hop Foundation produced a documentary film about the group's work over the past seven years and the development of Javanese hip hop in Indonesia. Titled Hip Hop Diningrat, this film is seen as an important record for the history of hip hop music in Yogyakarta. The film was shown nationally for the first time at Jiffest 2010 and then internationally in New York and Canberra.

=======================================

Informasi Acara & Tiket Pertunjukan

Informasi acara & reservasi tiket (kecuali pameran)

021-789-1202, 0817-077-1913

0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934, 083899630361

melan@salihara.org, fina@salihara, dita@salihara.org

Informasi pameran & Galeri Salihara

021-9619-2632, ipiet@salihara.org

Pemesanan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, dan/atau email di tiket@salihara.org.

Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di loket Salihara, atau transfer/setor ke BCA No. 450-30-17108 a.n. Yay. Utan Kayu.

Pembayaran melalui transfer dianggap sah setelah bukti transfer difaks ke 021-781-8849. Bukti transfer asli wajib ditunjukkan saat mengambil tiket.

Pemesanan tiket yang tidak dilunasi dalam 3 hari akan dianggap batal.

Pemesanan tiket pertunjukan ditutup pada hari H-2 pukul 17:00 WIB. Setelah itu, loket Salihara hanya melayani pembelian secara langsung.

Pelajar/Mahasiswa yang ingin mendapatkan tiket harga khusus wajib membawa kartu pelajar/mahasiswa.

Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.

Pers yang ingin meliput wajib memberi konfirmasi maksimal hari H-1 pukul 17:00 WIB, karena jumlah tiket pers sangat terbatas

KAJIAN FILSAFAT: 
Forum Pencinta Filsafat Bandung Yayasan Mutahhari akan mengadakan kajian dan diskusi filsafat,

WAKTU:
Senin-Selasa (14-15/3) di ITB Jl Ganeca 10 Bandung.

NARASUMBER:
Jalaluddin Rakhmat (kang Jalal).

Bersama Berthold Damshäuser, Agus R. Sarjono, Sosiawan Leak dan Dorothea Rosa Herliany

Pembacaan puisi dan diskusi
15 Februari-1 Maret 2011
Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Banten
Tel. +62-21-23550208 - 147/157
kultur@jakarta.goethe.org
Semarang, 15.02.2011, 19:30 WIB
Universitas Negeri Semarang
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Kampus Sekaran, Gunung Pati
Semarang 50229 Solo, 17.02.2011, 19:30 WIB
Balai Soedjatmoko
Jalan Slamet Riyadi 284
Solo 57141

Magelang, 19.02.2011, 19:30 WIB
Rumah Buku Dunia Tera
Jalan Balaputradewa 99, Wnurejo, Borobudur
Magelang

Jakarta, 22.02.2011, 19:00 WIB
Universitas Paramadina
Jalan Gatot Subroto Kav. 79
Jakarta
Pembahas: Prof. Dr. Abdul Hadi WM
Moderator: Fuad Mahbub Siraj, Ph.D.

Tanjung Pinang, 01.03.2011, 10:00 WIB
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Ecce Homo
Ya! Dari mana asalku kutahu pasti!
Tak terkenyangkan bagai api
aku membara habisi diri.
Segala kupegang menjelma cahaya,
yang kulepas arang belaka:
pastilah aku api sejati!
(Friedrich Nietzsche)

 
Seri Puisi Jerman yang sejak tahun 2003 dieditori sastrawan Indonesia Agus R. Sarjono dan pengamat sastra Berthold Damshäuser (Universitas Bonn/Jerman) telah menyajikan kepada pembaca Indonesia terjemahan dari karya Rainer Maria Rilke, Bertolt Brecht, Paul Celan, Johann Wolfgang von Goethe dan Hans Magnus Enzensberger. Dalam buku ke-6 Seri Puisi Jerman yang baru saja terbit, dikumpulkan terjemahan dari puisi-puisi Friedrich Nietzsche.

Filosof Jerman Friedrich Nietzche (1844-1900) termasuk pemikir yang paling berpengaruh di zaman modern. Ia mewarnai filosofi dan pemikiran pada abad ke-20, dan dampak ide-idenya sampai sekarang sangat terasa. Juga di Indonesia Nietzsche cukup diperhatikan. Sebagian dari karyanya tersedia dalam terjemahan ke bahasa Indonesia, dan terdapat juga beberapa penelitian dan buku tentang filosofinya. Namun, Nietzsche di Indonesia hampir sama sekali belum dikenal sebagai penyair.

Melalui kumpulan puisi Nietzsche yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser untuk Seri Puisi Jerman VI, pembaca Indonesia untuk pertama kalinya dapat memperoleh kesan mendalam tentang perpuisian Nietzsche, yang dalam sejarah sastra Jerman tercatat sebagai prestasi yang unik dan gemilang. Terutama melalui puisinya Nietzsche membuktikan diri sebagai seniman bahasa bertingkat maestro, sehingga ia –di samping Martin Luther dan Johann Wolfgang von Goethe– dianggap pembaharu bahasa Jerman yang terpenting.

Seri Puisi Jerman VI ini memuatkan puisi-puisi Nietzsche dari semua fase kepenyairannya, dan disajikan secara kronologis. Yang difokuskan ialah puisi yang ditulis oleh Nietzsche pada puncak kreatifitasnya, yakni ketika ia berumur kira-kira 45 tahun. Misalnya "Ditirambos-ditirambos Dyonisos“ yang secara tematis berkaitan erat dengan mahakarya Nietzsche "Demikian Sabda Zarathustra“.
Acara-acara Nietzsche diwujudkan dalam rangka kerja sama antara Goethe-Institut Jakarta dan mitra-mitra Indonesia. Dengan senang hati kami mengundang Anda untuk menghadirinya!

Berthold Damshäuser lahir 1957 di Wanne-Eickel. Sejak 1986 mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Institut für Orient- und Asienwissenschaften (Lembaga Kajian Asia) di Universitas Bonn. Pemimpin redaksi "Orientierungen“, sebuah jurnal tentang kebudayaan-kebudayaan Asia. Penerjemah puisi Jerman ke bahasa Indonesia dan puisi Indonesia ke bahasa Jerman. Penyunting antologi puisi Indonesia dan Jerman. Salah seorang pendiri Komisi Jerman-Indonesia untuk Bahasa dan Sastra.




Agus R. Sarjono, lahir di Bandung tahun 1962. Menulis sajak, cerpen, esai, kritik dan drama. Karyanya dimuat berbagai koran, majalah, dan jurnal di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat. Menjadi sastrawan dan peneliti tamu di International Institute for Asian Studies (IIAS), Universitas Leiden (2001) dan sastrawan tamu Heinrich-Böll-Haus, Langenbroich, Jerman (2002-2003). Pernah menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta bagian program. Meluncurkan buku puisinya Frische Knochen aus Banyuwangi (terjemahan Berthold Damshäuser dan Inge Dumpel) di Berlin awal 2003. Sejak beberapa tahun terlibat dalam penerbitan „seri puisi Jerman“ bersama Berthold Damshäuser. Kini ia dosen di STSI Bandung dan redaktur majalah Horison.

Sosiawan Leak (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 23 September 1967) adalah salah satu penyair dan deklamator Jawa Tengah. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) tahun 1994. Menulis puisi sejak 1987 dan dipublikasikan di berbagai media massa. Lebih dari 50 antologi puisi yang diterbitkan berbagai forum dan festival sastra juga memuat puisinya bersama penyair lain. Tiga antologi puisinya terbit secara khusus (bersama Gojek JS dan KRT Sujonopuro) oleh Yayasan Satya Mitra Solo, yakni Umpatan (1995), Cermin Buram (1996), Dunia Bogambola (bersama Thomas Budi Santosa) oleh Indonesiatera Magelang (2007). Selain berpuisi, Leak juga aktif di bidang teater sebagai sutradara dan penulis skenario.


Dorothea Rosa Herliany lahir 1963 di Magelang. Sastrawan Indonesia terkemuka ini pada tahun 2005 dianugrahi Hadiah Khatulistiwa untuk kategori puisi. Puisinya telah diterjemahkan ke cukup banyak bahasa asing, termasuk ke bahasa Jerman. 2009 di Jerman telah terbit bukunya “Schenk mir alles, was die Männer nicht besitzen“, sebuah kumpulan puisi dwibahasa (Indonesia dan Jerman) dan multimedial. Dorothea Rosa Herliany telah sering mengunjungi Jerman dan sempat juga tinggal di sana, terakhir pada tahun 2009 sebagai “writer in residence” atas undangan Yayasan Heinrich Böll.

.
TEMPAT:
Serambi Salihara
Jl. Salihara no.16 Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia
WAKTU:
Sabtu, 05, 12, 19, 26 Februari 2011, 16:00 WIB


Terbuka untuk umumPendaftaran selambatnya 18 Januari 2011, melalui dita@salihara.org


Sabtu 5 Februari 2011, 16:00Subyektivitas menurut John Searle
Oleh: Bagus Takwin
Dosen Fakultas Psikologi UI

 
Sabtu 12 Februari 2011, 16:00Subyektivitas menurut Søren Kierkegaard
Oleh: R.W. Matindas
Ketua Program Studi Magister Terapan F.Psi-UI

Sabtu 19 Februari 2011, 16:00Subyektivitas menurut J.P. Sartre
Oleh: Zainal Abidin
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran

Sabtu 26 Februari 2011, 16:00Subyektivitas menurut Luce Irigaray
Oleh: Kristi Poerwandari
Ketua Program Studi Kajian Wanita (Kajian Gender), Program Pascasarjana, Universitas Indonesia dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Persoalan subyektivitas hingga kini terus diperdebatkan oleh banyak filosof, psikolog, dan ilmuwan sosial. Istilah ini secara umum merujuk kepada penafsiran khusus yang unik pada setiap orang terhadap aspek apapun dari pengalaman. Mengapa persoalan subyektivitas tak habis-habis dibahas dan perdebatan tentangnya terus berlangsung? Apa argumen pemikiran yang mendukung adanya subyektivitas? Dan apa sanggahannya? Bagaimana para pendukung subyektivitas menanggapi sanggahan-sanggahan itu?
Dalam seri kuliah kali ini akan dibahas subyektivitas menurut John Searle, Søren Kierkegaard, Jean-Paul Sartre, dan Luce Irigaray. Keempat tokoh ini mengkaji subyektivitas dengan sudut pandang yang berbeda. Searle berangkat dari intensionalitas dan kesadaran merumuskan subyektivitas ontologis. Kierkegaard menegaskan bahwa tujuan manusia adalah menjadi subyektif. Sartre menegaskan bahwa satu-satunya yang obyektif dari manusia adalah subyektivitasnya. Irigaray menguraikan bagaimana pengaruh bahasa terhadap subyektivitas, terutama subyektivitas perempuan, sekaligus menegaskan bahasa harus berubah agar subyektivitas perempuan dapat dikenali di ranah budaya.

===================================
Until today, the issue of subjectivity is debated by many philosophers, psychologists, and social scientists. The term generally refers to the specific unique interpretation every individual has towards any aspect of an experience. Why have discussions on subjectivity not been exhausted and debates on it still continue? What is the argument in the thinking that supports the existence of subjectivity? And what are the objections? How do supporters of subjectivity respond to those objections? The Public Lecture Series this time will include discussions on subjectivity according to John Searle, Søren Kierkegaard, Jean-Paul Sartre, and Luce Irigaray. These four leading figures review subjectivity from different perspectives. Searle begins from intentionality and consciousness to formulate ontological subjectivity. Kierkegaard stresses that the goal of human beings is to become subjective. Sartre asserts that the one and only thing that is objective from humans is their subjectivity. Irigaray explains the influence of language on subjectivity, especially women’s subjectivity, while at the same time affirming that language must change so that women’s subjectivity can be recognized in the cultural domain. All the lectures will be in Indonesian.

PENYELENGGARA:
Salihara
 
WAKTU:
27 - 30 Januari 2011
Pukul 16.00 WIB
TEMPAT:
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LAN Jatinangor Sumedang


Tim Pelaksana Bimbingan dan konseling (TPBK) Unpad menyelenggarakan Penataran Bimbingan dan Konseling Bagi Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan dosen wali untuk menjadi dosen konselor agar pelayanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi dapat berjalan secara optimal.


PEMBICARA:
  • Prof. Dr. Mohammad Surya
  • Prof. Dr. H. Man S. Sastrawidjaja, SH, SU.
  • Prof. Dr. Juke R. Siregar M.Pd.
  • R.A Suherman, Drs., M.Si
  • Indun Lestari, Dra., M.Pd.
  • Hj. Siti Karlinah, Dra., M.Si
  • Dr. Rismiyati
  • Dr. Hj. Titin Nurhayati Ma’mun, M.Hum
  • Muniroh Abdurahman, Dra., M.Pd.
  • Dr. Tutty Sodjakusumah, M.Sc., M.Litt.
KONTAK INFORMASI:
  • Andang Purnama, Ir. (081394598080)
  • Rochman (085722581845)
  • Wawan Setiawan (081220101701)
WAKTU: 
Kamis,  20 Januari 2011
6:30pm - 9:30pm

TEMPAT:
Aula Paramadina
Pondok Indah Plaza I, Kav. UA 20-21. Jl. Metro Pondok Indah,

PENYELENGGARA:
Madania Spiritual Seekers

Fifth discussion in a series of 12 spirituality topics with Muhammad Baqir. Come and join us!

"They encompass nothing of His knowledge save such as He wills." [al-Baqarah, 255]

WAKTU:
Senin, 3 Januari 2011 
Pukul 19.00-21.30 WIB
 

TEMPAT:
Aula PARAMADINA
Pondok Indah Plaza I, Kav. UA 20-21
Jl. Metro Pondok Indah (depan RSPI/belakangMc.Donald).
 

NARASUMBER: 
  • Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)
  • Yudi Latif (Direktur Eksekutif Reform Institute)
  • Arif Satria (Dosen ITB)
  • Soen’an Hadi Poernomo (Direktur Pusdatin Departemen Kelautan & Perikanan)
MODERATOR:
Elza Peldi Taher

 
DESKRIPSI SINGKAT:
Hidup bersajaha adalah perkara yang tak mudah di tengah hiruk-pikuk konsumerisme dan hedonisme yang kian... merajai dunia ini. Godaan itu tampak nyata saat seseorang menanjak taraf hidupnya, seperti menjadi pejabat atau pengusaha sukses. Kasus Gayus Tambunan adalah salah satu contohnya. Segala cara dilakukan untuk dapat meraihnya.

Menjadi seorang pejabat bukanlah prestise. Itulah pelajaran penting dari Soen’an Hadi Poernomo. Baginya, menjadi pejabat adalah amanah yang harus dijalani secara serius dan profesional. Perjuangan dan pengabdian terus-menerus demi terciptanya perubahan dan perbaikan untuk kemaslahatan bersama.

Perjalanan hidupnya yang penuh dengan lika-liku menggembleng karakter Soen’an menjadi sosok pejabat yang tangguh, yang tak tergiur dengan godaan duniawi. Ia tak tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Baginya, ada kebahagiaan yang tak dapat dibahasakan saat ia mengabdi untuk kepentingan banyak orang.

Dalam istilah Islam dikenal konsep asketis (zuhud), yakni menjauhi dunia. Ya, Soen’an dapat disebut orang yang terus berusaha untuk hidup dengan pola itu. Zuhud bukanlah meninggalkan dunia (materi) seratus persen. Kita hidup di dunia ini tak bisa lepas dari unsur tersebut. Yang terpenting adalah kesadaran bahwa materi bukan tujuan, tapi sarana pengabdian.

Tak banyak pejabat di negeri ini yang sadar akan hal itu. Berbagai pengalaman Soen’an adalah cermin bagi kita semua untuk menatap masa depan yang lebih baik. Untuk itu kami mengundang Anda untuk hadir dalam Diskusi Buku ”Birokrat Unik” karya Elza Peldi Taher, pada:



CONTACT PERSON:
Rahmat (0811 902 581), rahmat_caknur@yahoo.com
Rifki (0852 1613 3584), a.rifki@yahoo.com
h

Kontak Kami

Silakan komunikasikan keinginan transkrip Anda kepada kami :)

Kontak Master Transkrip

Anda bisa menghubungi kami di alamat di bawah ini

Rekaman/file Anda dapat kami jemput dengan syarat dan ketentuan berlaku

Jl. Masjid Nurul Huda No.40

Rt.01/04 Kel. Cempaka Putih,

Ciputat, Tangerang Selatan 15420

+62 82233 659905 (Call/SMS)

+62 87777 132350 (SMS/Whatsapp)

2BB3D2C9(BBM)

mastertranskrip [at] gmail.com

data.mastertranskrip [at] gmail.com